Menjaga Semangat Agar Tetap Menyala 

Bagi blogger pemula yang dibutuhkan adalah terus berlatih menulis setiap harinya sehingga lambat laun kualitas tulisannya meningkat. Itulah intisari dari tips dari blogger-blogger senior. 

Hal ini sangat mudah diucapkan, tapi prakteknya itu sulit. Mungkin dalam sehari dua hari atau seminggu semangatnya menggebu-gebu tapi apakah semangat itu akan terjaga hingga berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun. 

Saya merasakan kemalasan dalam diri saya tidak pernah menghilang. Ia muncul kapan saja. 

Tapi rutinya menulis hingga bertahun-tahun itu bukanlah hal yang mustahil. Bagi mereka yang sudah menulis sepanjang tahun mungkin ini hal yang sepele. Tapi bagi kami pemula keluar dari zona ini adalah hal yang berat.

Dulunya saya adalah orang yang sangat malas berolahraga, walaupun cukup banyak orang yang menyarankan saya berolahraga. Ramadhan tahun lalu menjadi tonggak perubahan besar dalam hidup saya. Seusai ramadhan tahun lalu saya mulai berolahraga dan kegiatan olahraga saya tidak pernah mengalami hiatus. Saya berolahraga setiap harinya kecuali pada hari-hari rest saja. Saya sudah berolahraga setahun penuh. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa kan? 

Kenapa saya begitu rajin berolahraga? Karena saya merasakan manfaat dari olahraga itu. Bagi saya olahraga bukanlah beban hidup tapi merupakan sebuah kesenangan hidup. 

Dalam ihwal menulis juga sama halnya. Hal pertama yang menggerakkan kita agar rajin menulis kita haruslah meyakini menulis setiap harinya punya manfaat yang hebat. Dan kegiatan menulis haruslah dijadikan sebagai kesenangan hidup, bukannya beban hidup. 

Sumber Gambar

Iklan

Sabtu Menunggu BNHA

Kalau saya hari sabtunya tidak sabar menunggu keluarnya anime Boku No Hero Academia. 
Dan anime ini merupakan salah satu anime yang saya tunggu rilis season lanjutannya. Beberapa bulan yang lalu ketika mengetahui bahwa season 2 nya sudah dirilis saya begitu gembira dan ternyata season lanjutannya tidak menunggu waktu lama rilisnya. Beda halnya dengan nanatsu tanzai yang kini belum jelas kapan rilis season lanjutannya.

Sebenarnya ada beberapa anime yang sedang saya nonton tapi selama ramadhan saya hentikan dulu diantara Baruto, One Piece, dan Attack on Titan. 

Obrolan Pemangkas Rambut 

11.41 PM

Kam, 8 Jun 2017

Mata sudah cukup ngantuk tapi maksa juga menulis ini. 

Di tempat saya habis magrib turun hujan. Baru reda sekitar pukul 8. 00 Wib. Jadi malam ini shalat tarawihnya di rumah. 

Tadi siang saya pergi ke tempat pangkas rambut, rambut saya sedikit memanjang dan saya merasa tidak nyaman dengan rambut panjang. 

“Rambutnya belum beruban ya? Umurnya sudah berapa? Sudah tiga puluh?” tanya pemangkas. Saya tersenyum mendengar pertanyaan pemangkas ini. “Belum” jawab saya. “Dua Puluh Delapan?” tebak pemangkas. “Bukan, Baru 25 tahun” sahut saya. “Oww.. Pantas saja belum beruban” timpal pemangkas tersebut. 

 Emangnya muka saya mirip orang berumur 30 tahun ya? 😱

Obat Mamak

Kam, 8 Jun 2017
Tadi pagi pergi ke puskesmas ngambil obat mak. Dalam kunjungan sebelumnya dokter mengatakan mungkin tanggal 5 obatnya sudah ada. 

Obatnya diberikan per bulan dengan ketentuan harus ikut senam setiap pagi jum’at. 

Selama bulan ramadan senamnya libur. Sebenarnya sih tidak, kata mak saya karena permintaan peserta senam makanya diliburkan. 

Obat-obat yang diberikan:

1. Glimepiride 3 mg

(obat untuk diabetes) 

2. Amlodipine Besylate

(obat untuk darah tinggi) 

3. Acetylsalicylic acid 80 mg

(ini obat apa ya? Saya kurang tau. Cari saji di google)

Kenapa Ibadah Terasa berat di bulan Ramadhan? 

Siapa di sini yang tidak pernah jogging atau berlari? Coba lari untuk pertama kalinya cuma 10 menit saja, pasti Anda ngos-ngosan, merasa cukup lelah atau bahkan jantung terasa copot. Padahal larinya cuma 10 menit saja. Karenanya bagi pemula dalam berolahraga butuh peningkatan sedikit demi sedikit, tidak sekaligus. Pada awal kali berolahraga Anda harusnya berjalan cepat saja. Dan intensitasnya ditingkatkan sedikit demi sedikit menyesuaikan kemampuan jantung. 
Baiklah, sebenarnya bukan tentang lari yang ingin saya bicarakan. Tapi ini menyangkut ibadah dalam bulan ramadhan. Setiap berakhirnya ramadhan selalu muncul rasa penyesalan. Penyesalan karena telah menyia-nyiakan waktu yang begitu berharga. 
Dalam jiwa terasa pergolakan yang cukup kentara. Satu sisi kita sangat tau bulan ramadhan merupakan waktu yang cukup bernilai, di mana ibadah-ibadah digandakan berlipat-lipat. Di sisi lain kita tidak mampu memperbanyak ibadah. 
Kita cukup merasa iri dengan orang-orang yang berhasil mengkatamkan Al quran hingga 6 kali. Kita iri dengan orang-orang yang selalu berjamaah setiap waktu dan orang-orang yang shalat tarawih setiap malamnya. 
Dan sudah puluhan motivasi tentang ramadhan yang kita dengar, kita baca. Tapi semuanya tidaklah menggerakkan kita untuk beribadah. 
Kesalahannya dimana? 
Kesalahannya tidak ada persiapan menyambut ramadhan yang memadai. Tubuh kita merasa syok dengan perubahan tiba-tiba. 

Sebelum ramadhan tidak pernah melakukan shalat sunnah satu rakaat pun, pas ramadhan tiba-tiba melakukan 20 rakaat tarawih. Tentunya tubuh kita terasa cukup berat. 

Sebelum tiba ramadhan satu lembar Al-quran pun tidak terbaca setiap harinya, dan tiba-tiba di bulan ramadhan ingin menghabiskan 1 juz dalam sehari. Mulut mana yang tidak terasa berat.

Iseng Dan Ketidaktahuan 

Saat kakak saya mengeringkan pakaiannya dengan mesin cuci karena rasa penasaran saya dengan bagaimana kerja mesin cuci mengeringkan pakaian saya mencoba membuka penutup tabung pengering pakaian. Tiba-tiba mesin cucinya berhenti. Kakak saya berteriak “jangan dibuka..!” . Oh ternyata mesin cucinya akan berhenti otomatis bila penutup tabung pengering dibuka. Saya baru ini mengetahui. Kakak saya menjelaskan, mungkin saja mesin cuci dibuat seperti  untuk menghindari dari anak-anak. Kan berbahaya kalau sampai menyentuh di dalamnya. 

Padahal di tabung pengering sudah ada peringatan untuk tidak menyentuhnya saat mesin bekerja. 😁

Bagaimana dengan Anda, apakah juga pernah mengalami kejadian seperti saya? 

Bolehkah Guru Menerima Pemberian Wali Murid? 

Tulisan ini sebagai tanggapan dari kritikan teman saya terhadap sikap saya. 

Ceritanya kemarin hari saya dikirimi pulsa oleh salah seorang wali murid, hal tersebut saya ceritakan ke sahabat saya. Namun sahabat saya mengatakan begini “seharusnya pemberian tolak saja, bilang saja gak usah dikirim lagi?”. Saya menyanggahnya “toh, saya tidak pernah meminta wali murid tersebut untuk mengirimi pulsa, ia mengirimi pulsa atas inisiatifnya”, dan saya beralasan lagi “beliau mengirimi pulsa ke saya untuk memudahkan komunikasi dengannya, karena beliau cukup sering menelpon dan mengirim pesan ke saya dan saya juga sering menelponnya membicarakan tentang anaknya”. Kemudian perdebatan pun kami terhenti. 

Sebenarnya bolehkah sang guru menerima pemberian dari wali murid? Menurut saya itu tergantung dari tujuan dari pemberian tersebut. 

Pemberian Untuk Memuliakan Guru

Saya rasa pemberian model seperti ini sah-sah saja kita menerimanya, toh orang mau bersedekah. Bahkan cukup banyak orangtua ketika anaknya balik ke pesantren selalu menitipkan pemberiannya kepada si guru. Pemberian ini sebagai apresiasi atas kerja keras guru yang selama ini selalu mendidik dan memperhatikan anaknya. 

Pemberian Untuk Menyogok  Guru 

Pemberian model ini sepertinya semua orang sepakat tidak membolehkannya. 

Kembali

Sudah 2 bulan saya tidak pernah memposting satu artikel di blog ini, ada sedikit rasa bersalah dalam hati kecil saya meninggalkan blog terbengkalai begitu saja. Hari ini saya benar-benar kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan saya. Mencoba belajar menulis  lagi dari awal.

Kenapa saya meninggalkan blog begitu lama? Saya mempunyai beberapa alasan walaupun itu hanya pembenaran untuk menutupi rasa bersalah saya. 

1.Tidak Punya Waktu

Kesibukan saya mengajar dan belajar cukup menyita waktu saya. Apalagi dalam beberapa bulan ini saya memenjalani program penurunan berat badan yang mengaharuskan saya berolahraga yang tentunya juga memakan waktu. 

2.Smarphone saya rusak

Walaupun saya mempunyai laptop namun masih suka menulis dengan smartphone. Beberapa waktu yang lalu smartphone saya mengalami kerusakan membuat saya agak malas menulis. 

3. Malas

Alasan utama selama ini saya tidak menulis karena didera rasa malas dan saya tidak mencoba melawannya. 

Setelah sekian lama tidur panjang dari dunia tulis menulis, saya ingin benar-benar bangun dan tidak ingin tertidur lagi. Lalu apa alasan saya kembali menulis?

1. Support dari teman

Beberapa teman saya menanyai tentang blog saya, apakah ada tulisan baru? Dengan rasa berat saya menjawab bahwa selama ini saya tidak menulis. Juga abang saya yang sudah beberapa kali menyuruh saya untuk terus menulis. Inilah yang membuat saya kembali tergerak untuk kembali menulis. 

2. Menurunnya Kemampuan Menulis

Dengan meninggalkan menulis membuat kemampuan menulis semakin menurun karena kualitas tulisan akan meningkat bila kita melatihnya secara terus menerus. 

Semoga kali ini saya bisa benar-benar konsisten. 

Mimpi Buruk Diabetes

image

Rasanya cukup lama saya meninggalkan blog ini, meninggalkan blog terlalu lama tidak baik. Akibatnya kualitas tulisan tidak meningkat, malah yang ada menurun. Menghindari hal tersebut saya mencoba merutinkan kembali menulis di blog, saya selalu berkomitmen agar rutin menulis di blog ini, namun komitmen itu kandas di tengah jalan. Dan kali ini saya mencobanya kembali, mungkin saja berhasil.
Baca lebih lanjut