Tugas-Tugas Guru Menurut Imam Al-Ghazali

Menjadi pengajar bukan hanya sebatas membuka buku pelajaran dan menjelaskannya ke murid, cukup banyak tugas yang harus diemban oleh sang guru.
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumudin menerangkan bahwa ada delapan tugas yang harus dilakukan oleh guru; Baca lebih lanjut

Iklan

Manfaat Mempelajari Bahan Ajar

Salah satu komitmen saya sebagai seorang guru selalu mempelajari bahan ajar setiap kali mengajar.
Banyak guru yang menganggap dirinya hebat tak lagi mempelajari bahan ajar saat akan mengajar. Padahal mempelajari bahan ajar mempunyai segudang manfaat, apa saja manfaatnya?
Baca lebih lanjut

Hal-Hal Yang Tak Boleh Dilakukan Sang Guru

Bukan hanya murid yang butuh etika, guru juga butuh etika. Ada hal yang boleh ia lakukan, ada juga yak tak boleh ia lakukan. Pada posting kali ini saya ingin membagi hal-hal yang tak boleh dilakukan oleh sang guru.
Ada beberapa hal yang tak boleh dilakukan oleh guru:
1. Cuma Mementingkan Murid Pintar
Semua murid mempunyai hak yang sama untuk memperoleh perhatian dari guru. Mengistimewakan sebagian murid merupakan kesalahan yang fatal. Efeknya si murid yang bodoh akan semakin malas belajar. Maka tak sepantasnya sang guru cuma mementingkan murid yang pintar. Karena murid-murid yang bodoh juga ada potensial untuk berkembang menjadi murid yang pintar.

2. Menyerah Menyadarkan Murid
Setiap kelas tentu ada murid-murid yang bandel. Sebagian guru tak lagi menghiraukan murid yang bandel ini. Mereka sudah menyerah manyadarkan si murid yang bandel “untuk apa dinasehati, ntar begitu juga” , “dihukum atau tidak sama saja bagi dia”
Seorang guru tak boleh menyerah untuk menyadarkan murid, siapa tahu dikemudian hari ia menjadi murid yang patuh.

3. Menampakkan Rasa Malas Pada Murid

Guru juga manusia terkadang juga badmood namun ia tak boleh menampakkan pada muridnya. Takutnya murid turut juga malas

4.Tak Serius Mengajar
Sebagian guru saat mengajar ada yang asyik chatting bbm. Hal ini sangat berpengaruh pada semangat belajar, guru yang selalu bersemangat mengajar murid pun akan bersemangat untuk mengajar.

Baca juga:

Agar Hati Murid Terbuka

image

Dalam seminar yang diadakan oleh Dinas Syariat Islam Kab Aceh Utara tahun lalu, ketika itu salah satu pematerinya adalah Abu Mustafa Paloh Gadeng ada hal-hal yang menarik yang saya tangkap.

Seminar ini diadakan di gedung Hasbi Assiddiqi pada tanggal 11 november 2015. Pada season tanya jawab seorang peserta bertanya Abu Paloh Gadeng “Apa yang menyebabkan hati sang murid tertutup dan terbuka untuk ilmu?”.

Abu Paloh Gadeng menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan hati seorang murid tertutu, diantaranya;
1. Murid Tidak Menyukai Pelajaran
murid yang tidak suka dengan pelajaran, ia tidak akan mendengar apa yang guru jelaskan. Ia hanya melamun, bahkan ia tidur.

2. Murid membenci Guru
ini yang paling parah. Menurut Abu Paloh Gadeng seorang murid yang membenci gurunya tidak ada solusi lain selain ia harus pindah ke dayah lain (baca, pesantren) dan mencari guru lain. Karena pun bila ia tetap belajar pada guru yang dibencinya, ia tidak akan memperoleh ilmunya.

Lantas apa saja yang dapat membuka hati seorang murid? Untuk terbukanya hati seorang murid, guru harus melakukan hal-hal berikut ini:
1. Ikhlas dalam Mengajar
Memang sudah seyogianya seorang guru mengajar dalam keadaan ikhlas. Mengajarlah karena mengharap ridha dari Alllah.

2. Menyayangi Murid
Guru diibaratkan ayahnya bagi jiwa dituntut untuk meyayangi murid ajar.

3. Berdoa untuk murid
Ini yang paling sering ditinggalkan oleh kita guru. Seharusnya ketika berdoa kita sertakan doa untuk murid.

Usai Sudah Lebaran, Santri Darul Huda Paloh Gadeng Kembali Ke Dayah

Hari tasyrik ke 3 merupakan tenggat waktu balik santri Dayah Darul Huda Paloh Gadeng usai menikmati liburan I’dul Adha terhitung mulai tanggal 29/9.

Santriwan dan santriwati mulai tampak berdatangan kembali.
Esok merupakan arus puncak kembali para santriwan/wati.
Para santri berbondong-bondong memikul tas dan barang bawaan lainnya. Ada yang diantar oleh orang tua dan ada juga yang kembali sendirian.
Asrama mulai ramai kembali, canda-tawa mulai terdengar di sana sini.
Dan mulai malam selasa santriwan dan santriwati akan mengikuti ujian cawu III, ini adalah ujian terakhir dan kenaikan kelas.

Dayah Darul Huda Paloh Gadeng ‘Diserbu’ Santri Baru

Saat tahun ajaran sekolah berakhir menjadi moment bagi orang tua untuk mendayahkan anaknya.
Di tengah persaingan global, pendidikan dayah tetap menunjukkan daya tariknya.
Salah satunya Dayah Darul Huda Paloh Gadeng. Hari ini Dayah Darul Huda Paloh Gadeng diserbu oleh puluhan pendaftar baru.

image

Orang Tua mengantar perlengkapan kamar untuk anaknya

Kenapa memilih Dayah Darul Huda Paloh Gadeng? Tentunya mempunyai beberapa alasan. Pertama, biaya masuk dan pendaftarannya sangat murah di saat dayah-dayah lain mematok biaya selangit. Kedua, kualitas dayah yang tak kalah saing dengan dayah-dayah yang ada di Aceh.

Berapa Biaya Pendaftaran
Biaya pendaftaran dan biaya masuk hanya Rp. 150.000. Sangat murahkan? Biaya bulanan hanya Rp. 7.500 per bulan.
Kenapa terlalu murah? Karena kami sadar banyak orang tak mampu yang juga membutuhkan pendidikan dayah.

Ayoo tunggu apalagi, segera daftarkan di Dayah Darul Huda Paloh Gadeng!!

Mengevaluasi Kurikulum

Sekarang kita berada dalam bulan syawal, tak lama tahun hijrah akan berganti cuma menunggu tiga bulan lagi. Sudah dua catur wulan kita lalui dalam tahun ini, sudah tiba masa bagi kita untuk mengevaluasi semua pembelajaran-pembelajaran.

Dayah-dayah di Aceh umumnya menggunakan penggalan hijrah untuk tahun ajarannya, tahun ajaran baru dimulai mulai dari bulan Muharram, berarti tidak lama lagi kita akan memasuki tahun baru. Menurut saya sudah seharusnya yang bertugas di bagian pendidikan sudah bisa bekerja mulai sekarang untuk merancang kurikulum untuk tahun depan terkadang ada yang perlu kita perbaiki atau ada yang perlu ditambah.

Di dayah saya mengaji, Dayah Madinatuddinyah Darul Huda Paloh Gadeng semua kurikulum sudah diatur sedemikian rupa. Setiap caturwulan sudah ada target-target yang ditetapkan mesti harus dicapai jauh sebelum Badan Dayah membagi silabus untuk pendidikan dayah. Bahkan sempat juga membaca buku silabus yang dibagikan Badan Dayah tahun 2013 dan 2014, dengan harapan mungkin ada hal-hal baru yang bisa ditambah dalam kurikulum tapi semua yang ada dalam silabus tersebut sudah ada dalam kurikulum kami.

Semenjak target-target percawu ditetapkan timbul nuansa baru dalam pengajian dayah kami, kini guru-guru yang mengajar dalam satu kelas saling bekerja sama untuk mencapai target. sehingga tidak terbeban hanya pada wali kelas yang mengajar waktu malam saja, guru yang mengajar waktu subuh, zuha dan zuhur juga aktif.

walaupun begitu saya merasa masih banyak kekurangan dalam kurikulum yang harus diperbaiki, misalnya seperti masalah pembelajaran tajwid, kita harus menetapkan target-target yang harus dikuasai murid pada setiap cawu. pengalaman saya saat menjadi guru penguji ujian tulis kelas 2, saya menanyakan masalah sifr mustadir dan sifr mustatir tidak ada seorangpun yang benar dalam menjawabnya. masak mulai dari kelas satu hingga kelas tiga pertanyaan melulu masalah mad saja.

Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng

Sejarah Pendirian

Pada tahun 1987 berdirilah satu Dayah yang diberi nama dengan Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda yang terletak di Gampong Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara kira-kira ± 2 Km. dari jalan Medan – Banda Aceh, sebelum Dayah ini didirikan terlebih dahulu tokoh masyarakat Gampong Paloh Gadeng mengadakan musyawarah, hasilnya mereka bersepakat untuk pergi ke Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kec. Jeumpa Kab. Aceh Utara (pada saat itu belum ada pemekaran menjadi Kab. Bireuen) dengan tujuan adalah, yang pertama mereka (tokoh Masyarakat) meminta izin kepada Tgk. H. M. Amin Mahmud (Abu Tumin) untuk mereka dirikan satu Dayah di Gampong Paloh Gadeng, yang kedua meminta kepada Abu Tumin untuk memberikan salah seorang dewan guru yang senior untuk dijadikan sebagai Pimpinan Dayah Tersebut dan Abu Tumin mendukung sepenuhnya dan menunjukkan Tgk. H. Mustafa Ahmad sebagai pimpinan Dayah sekaligus memberikan izin kepada tgk. H. Mustafa Ahmad untuk memimpin Dayah tersebut, maka status Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng adalah cabang dari Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh.

Profil Pimpinan

Tgk. H. Mustafa Ahmad lahir pada tanggal 01 Juli 1950 di Uteun Bunta Kecamatan Peusangan, beliau adalah anak dari pasangan Tgk. H. Ahmad bin Abdul Manaf dan Hj. Maimunah, di saat usianya tiba tujuh tahun beliau masuk sekolah SI di waktu itu, setelah sekolahnya tamat beliau langsung diantarkan oleh orang tuanya kepada Abu Tumin untuk menuntut ilmu di Dayah Blang Bladeh, mulai dari belajar sampai dengan mengajar dan sempat menjabat Ketua Umum di Dayah tersebut, selanjutnya beliau mendapat izin dari Abu Tumin untuk menjadi Pimpinan Dayah Darul Huda Paloh Gadeng setelah adanya musyawarah Tokoh masyarakat Paloh Gadeng dengan Abu Tumin.

Kondisi Lingkungan Sosial Dayah

Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Gampong Paloh Gadeng yang berdiri sejak tanggal 9 Agustus 1987 terletak di kawasan yang cukup strategis, dimana Dayah tersebut terletak 2 Km. di jalan Kr. Geukueh – Nisam, dulu sebelum dayah didirikan, tempat tersebut adalah rawa-rawa, lalu ditimbun dan dibangunkan dayah lengkap dengan asrama dan balai tempat belajar dan ibadat, pada waktu itu belum didirikan mesjid, mesjid baru didirikan kira-kita tahun 1995. Pada mula didirikan dayah, jumlah asrama yang ada cuma beberapa ruang saja, karena di waktu itu santri belum banyak, maka hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun jumlah santri semakin banyak sehingga sampai saat ini sudah ada asrama yang berlantai dua, kondisi keberagamaan di sekitar Dayah Darul Huda sebagai mana di sekitar Dayah-Dayah yang lain, senantiasa semarak dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakannya baik berkaitan dengan proses belajar mengajar, ibadah dan juga kegiatan mendidik santri cara menghadapi masyarakat umum.

Indetitas Dayah

1. Nama Dayah       :         Madinatuddiniyah Darul Huda
2. Nomor Statistik :         512110818005
3. Nama Pendiri     :        Tgk. H. Ramli bin H. Yusuf
4. Nama Pimpinan :        Tgk. H. Mustafa Ahmad
5. Nama Ketua Umum:  Tgk. H. Muhammad Sufi Ibrahim
6. Tahun Berdiri     :         9 Agustus 1987
7. Alamat                  :         Jln. Kr. Geukueh Nisam Km. 2 Dusun I Gampong Paloh Gadeng Kec. Dewantara Kab. Aceh  Utara Prov. Aceh
8. Type Dayah         :         A (Salafiah)
9. Kategori daerah :         Pedesaan
10. Jarak Dayah     :          2 Km dari pusat Kecamatan
11. Tanah Milik      :           Waqaf untuk Dayah

Kegiatan Belajar
Kegiatan pembelajaran di dayah ini menggunakan sistem tradisional yaitu seorang guru dikelilingi oleh murid-murid dengan tempat belajar adalah balai-balai dan mesjid yang ada ditengah-tengah dayah

20130331_092400_2

Jam Belajar
Jam belajar di dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng terbagi atas 5 waktu :
Pertama, Subuh mulai setelah shalat subuh berjamaah hingga pukul 7:30 pagi.
Kedua, Zuha mulai pukul 9:00 pagi hingga pukul 11:00
Ketiga, Zuhur mulai20 menit setelah shalat zuhur hingga 15 menit sebelum asar
Keempat, Malam mulai  sesudah shalat Isya hingga pukul 11: 30

Kelima, Asar mulai sesudah shalat Asar hingga selesai 

Pengajian sesudah asar khusus kepada santri kelas 5 ke atas dan dibimbin lansung oleh pimpinan

Fasilitas
Kompleks dayah pada umumnya terdiri dari mesjid besar dan tempat pengajian.
Terdapat juga:
* Asrama Santri
* Koperasi
* Kantin
* Lapangan Olahraga

 

Biaya Pendaftaran dan Biaya Bulanan
* Biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000
* Biaya bulanan sebesar Rp. 20.000

Ujian
Ujian dalam setahun dilaksanakan tiga kali; Bulan Rabiul Akhir, Sya’ban dan Zulhijjah
Ujian terdiri dari dua jenis; ujian baca dan ujian tulis. Ujian baca dilaksanakan malam hari dan pagi hari sedangkan ujian tulis dilaksanakan sesudah shalat asar

image

Kelas 3 A sedang mengikuti ujian tulis


Baca juga: