Bersiwak 

Ketika hendak shalat kita disunnahkan terlebih dahulu bersiwak, hal ini berdasarkan hadis yang diriwatkan oleh Humaidi yang bahwa nabi berkata

 “Dua rakaat (shalat) dengan siwak terlebih afdhal (baik) ketimbang 70 rakaat tanpa siwak”

Iklan

Ancaman Bagi Orang Yang Menyembunyikan Ilmu

​Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyi-kan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila`nati Allah dan dila`nati (pula) oleh semua (makhluk) yang melaknat. (Qs. Al Baqarah Ayat 159)  

Ayat ini turun mengenai orang yahudi yang menyembunyikan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada mereka seperti ayat rajam dan ayat yang menjelaskan sifat nabi Muhammad. 

Walaupun ayat ini turun untuk orang yahudi tetapi ancaman ini berlaku untuk umum yaitu bagi setiap orang yang menyembunyikan ilmu. 

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda “Barangsiapa ditanyai tentang satu ilmu lalu ia menyembunyikan niscaya Allah mengekangnya di hari kiamat dengan kekang yang terbuat dari api neraka” (HR Ibnu Hibban dan Hakim) 

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jauzi Rasulullah bersabda “Orang yang menyembunyikan ilmu dilaknat oleh seluruh makhluk hingga ikan di laut dan burung di udara

Semoga saja kita tidak termasuk dalam orang-orang yang menyembunyikan ilmu. 

Hape Saya Dari Masa ke Masa

Saya termasuk terlambat dalam memakai hape. Saya mulai memakai hape tahun 2010. Saat masih SMP saya tidak diizinkan memakai hape, dan pun saat itu saya belum juga membutuhkannya. Kemudian seusai tamat SMP saya memasuki pesantren dan saya juga tidak dibolehkan memakai hape karena peraturan pesantren tidak membolehkan santri memakai hape. Saya membeli pertama kali ketika mengaji kelas 4, itu pun saya belum dibolehkan membawanya ke pesantren. Saya cuma memakai pas saat saya pulang kampung.  Baca lebih lanjut

Orang-Orang Yang Sabar

Orang yang sabar adalah mereka yang ketika mendapatkan musibah mengucapkan “kami milik Allah dan kami akan kembali kepada Allah” (Qs. Al Baqarah: 156)

Ayat ini dengan gamblang menjelaskan sunnah membaca “inna lillahi wa inna ilahi raji’un” ketika mendapatkan musibah. 

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda “Barangsiapa mengucapkan “innalillahi wa inna ilaihi raji’un” ketika mendapatkan musibah niscaya Allah akan memberi pahala kepadanya pada musibah tersebut dan Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik” 

Maksud “Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik” pergantian tersebut bisa saja di akhirat atau pergantiannya di dunia dan akhirat. 

Dalam hadis lain dijelaskan “Bahwa pelita nabi padam maka nabi mengucapkan “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un. Berkata Aisyah “Ini cuma Pelita”. Rasulullah menjawab “setiap hal yang menyusahkan orang beriman itu termasuk musibah”

Dari hadis ini dapat kita pahami sunnah mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi raji’un bukan hanya ketika mendengar kabar duka meninggal seseorang, tetapi pada setiap musibah. Dan yang dimaksud dengan musibah hal-hal yang menyusahkan orang beriman, dalam hadis tersebut Rasulullah cuma pelita padam mengucapkan kalimat tersebut. 

Baca juga

Doa Seusai Wudhu’

Setelah berwudhu’ kita disunatkan membaca dua kalimat syahadat sambil menghadap kiblat dan mengangkat tangan (seperti saat berdoa) serta mata memandang ke arah langit. 

Kesunnahan ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “Barang siapa berwudhu’ dan sesudahnya membaca “Asyhadu An La ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asy ahduanna muhammadan a’bduhu warasuluh” maka akan dibukakannya baginya semua pintu surga yang delapan yang mana ia bisa memasukinya dari mana saja pintu yang ia kehendak”

Perjalanan Diet Saya

Banyak orang yang menyangka bahwa penurunan berat badan saya terjadi secara mendadak gitu. Padahal saya telah melalui perjuangan yang cukup lama dan melawan rasa malas yang kerap kali muncul. Karena itulah mereka menduga bahwa penurunan berat badan saya menggunakan obat-obatan, ada juga yang menduga bahwa saya kena diabetes, saya menyangkalnya namun mereka tak juga mempercayai. 

Kali ini saya ingin merangkum perjalanan diet mulai dari pertama diet hingga sekarang. 

Sebelum Diet 

Berat badan saya sebelum diet mencapai 96 Kg. Saya merasa sangat tidak pede dengan bentuk badan saya saat itu. Saya kerap kali juga dibully dan cukup banyak baju saya yang tidak muat. 

Bulan Pertama

Pertama kali diet bertepatan dengan bulan ramadhan. Menjalani diet di bulan ramadhan bukanlah perkara yang mudah. Cukup sering saya tergoda makan berlebihan di saat berbuka. Pada bulan ini saya mulai mengurangi porsi makan, tapi saya cuma menguranginya sedikit koq. Saya tidak mempu menguranginya terlalu banyak karena berhubung sedang berpuasa. Pada saat itu saya mencoba menstop minuman manis namun saya tidak sanggup, agak aneh berbuka puasa tanpa minuman manis. Jadi selama bulan ramadhan saya membatasi minuman manis dalam sehari cuma 2 gelas, saat berbuka satu gelas dan saat sahur satu gelas. 

Saya menimbang berat badan sehari se bulan ramadhan menunjukkan angka 96 kg. Saat itu saya mengatakan ke teman saya bahwa bulan ini target turun 6 kg. Apa? Ya…  Saya menargetkan turun 6 kg atas saran teman saya, kata teman saya “kalau kita menargetkan sesuatu harus denga target yang tinggi, karena pencapaian tetap di bawah target. Kalau menetapkan target rendah maka pencapaiannya lebih rendah lagi” Ini sih pemikiran teman saya. Walaupun demikian dalam benak saya, targetnya bulan ini turun cuma 4 kg. 

Lalu berapakah angka timbangan pada akhir ramadhan? Saat itu saya menimbang berat pas malam hari raya. Dan angka timbangan menunjukkan angka 89.5. Melihat angka tersebut saya syok dan tidak yakin, karena target saya cuma 4 kg tapi turunnya hingga 6,5 kg. 

Bulan ini saya belum berolahraga sama sekali karena berhubung sedang bulan ramadhan. 

Bulan Kedua 

Bulan kedua pas saat lebaran. Setelah berat badan saya turun 6 kg lalu apakah banyak orang yang berkomentar tentang perubahan berat badan saya? Tidak ada sama sekali. Yang ada cuma keluarga saya dan teman terdekat saya, cuma mereka yang tau tentang penurunan berat badan saya. Bahkan pada saat lebaran tersebut ada yang berkomentar bahwa saya terlihat lebih gemuk seusai lebaran, mendengar komentar ini saya tersenyum dan sedikit dingkol, sudah turun 6 kg masak dibilang terlihat gemuk. 

Yang menyakitkan lagi ada orang yang pesimis dengan penurunan berat badan saya, ia mengatakan “nanti pasti bakal naik lagi” saya sangat marah mendengar komentar seperti ini. Orang ini apa tidak tau cara memberi semangat orang sih? 

Ohh.. Ya…  Bulan ini saya porsi makannya saya kurangi lagi. Saya mulai mewajibkan menambahkan sayur dalam piring makan saya. Untuk buah-buahan saya belum mengkonsumsinya. 

Bulan ini karena lebaran cukup banyak godaan. Dan saya memakan semuanya.. Hahaha.. Tapi dengan porsi yang kecil. 

Bulan ini saya mulai berolahraga sedikit. Saat itu saya mulai lari-lari di pinggir laut tanpa memakai sepatu. Akibatnya telapak kaki saya terasa kram. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli sepatu, celana dan baju olahraga. Bulan ini saya larinya paling lama 30 menit, itu pun sudah capek banget. Biasanya cuma 15 menit. 

Bulan ini berat badan saya cuma turun 4 kg dari target turun 2,5 kg. Angka timbangan bergeser dari 89,5 menjadi 85,5

Awalnya sempat ragu-ragu beli sepatu, gimana kalau usai beli saya jadi malas olahraga? Alhamdulillah hingga kini masih semangat olahraga. Tidak sia-sia… 😀

Bulan ketiga

Bulan ini saya mulai menaikkan durasi olahraga menjadi 45 menit dan disiplin berolahraga. Saya juga disiplin dalam makanan, saya mulai rutin mengkonsumsi buah-buahan. 

Bulan ini penurunan berat badan sebanyak 4 kg dan target pun turun 4 kg. Dari 85 kg menjadi 81 kg. 

Bulan keempat

Durasi olahraga saya naikkan menjadi 1 jam. Di bulan ini berat badan turun 3 kg, dari 81 kg menjadi 78 kg. 

Bulan kelima

Terakhir kali saya menimbang berat badan saya tanggal 30 oktober menunjukkan angka 75,5 kg. Hingga kini saya belum juga menimbang berat badan saya. 

Semuanya tercatat dengan rapi 😁

Tidur Membatalkan Wudhu’

Salah satu perkara yang membatalkan wudhu’ adalah tidur. Dalil yang menyatakan bahwa tidur membatalkan wudhu’ yaitu hadis sahih “Mata adalah pengikat dubur (pantat). Barang siapa yang tidur hendaklah ia berwudhu”

Maksud dengan dua mata dalam hadis ini keadaan terjaga. Keadaan terjaga menjadi penjaga dari keluarnya sesuatu dari dubur. 

Kelebihan Salat Sunat Wudhu’

Seusai berwudhu’ kita disunatkan melakukan shalat sunat wudhu’ dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadis “Bahwasanya Rasulullah memasuki surga, dan Rasulullah melihat Bilal di dalam surga, Rasul bertanya pada Bilal “dengan apa engkau mendahului aku memasuki surga?”. Bilal menjawab “Aku tidak mengetahuinya kecuali bahwasanya saya tidak pernah berwudhu’ kecuali aku shalat dua rakaat sesudahnya”

Bolehkah Guru Menerima Pemberian Wali Murid? 

Tulisan ini sebagai tanggapan dari kritikan teman saya terhadap sikap saya. 

Ceritanya kemarin hari saya dikirimi pulsa oleh salah seorang wali murid, hal tersebut saya ceritakan ke sahabat saya. Namun sahabat saya mengatakan begini “seharusnya pemberian tolak saja, bilang saja gak usah dikirim lagi?”. Saya menyanggahnya “toh, saya tidak pernah meminta wali murid tersebut untuk mengirimi pulsa, ia mengirimi pulsa atas inisiatifnya”, dan saya beralasan lagi “beliau mengirimi pulsa ke saya untuk memudahkan komunikasi dengannya, karena beliau cukup sering menelpon dan mengirim pesan ke saya dan saya juga sering menelponnya membicarakan tentang anaknya”. Kemudian perdebatan pun kami terhenti. 

Sebenarnya bolehkah sang guru menerima pemberian dari wali murid? Menurut saya itu tergantung dari tujuan dari pemberian tersebut. 

Pemberian Untuk Memuliakan Guru

Saya rasa pemberian model seperti ini sah-sah saja kita menerimanya, toh orang mau bersedekah. Bahkan cukup banyak orangtua ketika anaknya balik ke pesantren selalu menitipkan pemberiannya kepada si guru. Pemberian ini sebagai apresiasi atas kerja keras guru yang selama ini selalu mendidik dan memperhatikan anaknya. 

Pemberian Untuk Menyogok  Guru 

Pemberian model ini sepertinya semua orang sepakat tidak membolehkannya. 

Pembagian Sabar dan Tingkatannya

Sabar itu terbagi 3

1. Sabar atas taat dengan cara selalu mengerjakan perbuatan taat

2. Sabar dari maksiat dengan cara terus menerus meninggalkan perbuatan maksiat. 

3. Sabar atas bala atau musibah. 

Sabar yang paling tinggi kedudukannya yaitu sabar dari kemaksiatan, dan urutan dibawahnya sabar atas taat dan urutan paling rendah adalah sabar dari bala’

Urutan sabar ini berdasarkan hadis “Bahwasanya orang yang sabar dari bala’ niscaya Allah mengangkatnya tiga ratus tingkatan, antara tiap dua tingkatan seperti langit dan bumi. Dan orang yang sabar atas terus menerus mengerjakan taat niscaya meninggikan oleh Allah enam ratus tingkatan, antara tiap dua tingkatan  seperti dua kali langit dan bumi. Orang yang sabar dari maksiat niscaya Allah meninggikannya sembilan ratus tingkatan, antara tiap dua tingkatan seperti tiga kali langit dan bumi.”