Hukum Menguburkan dua Jenazah Dalam Satu Liang Lahad

Kemarin (hari rabu) saya pergi ke Asean Coffe, ngapain? Apalagi kalau bukan untuk berwifi ria. Saya memilih tempat duduk pas ditengah-tengah karena yang dekat dengan dinding sudah penuh. Kebetulan saja di meja saya duduk tergeletak koran serambi indonesia, tanpa sengaja saya melihat satu judul berita yang menarik bagi saya, lihat gambar di bawah.
Baca lebih lanjut

Iklan

Kendala Mengajar Kitab Tauhid Untuk Kelas 2

Pada tulisan yang lalu telah saya ceritakan salah satu kelas saya mengajar yaitu di kelas 2 B. Hingga sekarang tak ada kendala yang begitu berarti cuma ada sedikit rintangan bagi saya saat mengajar kitab tauhid.
Kitab tauhid yang diajarkan dikelas 2 ada dua kitab, kitab Matan Sanusi dan Tijan Dariri. Cuma saja kalau kitab matan sanusi diajar saat pengajian zuhur, kalau waktu malam kitab Tijan Darari.

Baca lebih lanjut

Tempat-Tempat yang Ingin Saya Kunjungi

Entah kenapa tiba-tiba saya suka sekali dengan kegiatan jalan-jalan, padahal sebelumnya saya tergolong orang yang mager alias malas gerak. Saya lebih memilih nyantai di kamar ketimbang berlelah-lelah keliling. Bermula semenjak saya aktif di blog sejak itulah saya sangat suka dengan kegiatan jalan-jalan walaupun saya lebih banyak tidak punya waktu jalan-jalan.
Sekarang selalu ada cerita yang ingin saya tulis setelah jalan-jalan, baik hal itu berkesan bagi saya-saya.
Ada sedikit rasa menyesal ada beberapa perjalanan yang tidak saya dokumentasikan dalam blog ini seperti saat ke pantai lampuuk.
Ada beberapa destinasi wisata yang saya ingin kunjungi andai saja saya punya akomodasi dan waktu, apa saja itu?

1. Air Terjun Blang Kulam Nisam
Walaupun lokasi wisata ini dekat dengan tempat saya, namun hingga sekarang saya belum juga mengunjunginya. Andai saja saya dan teman-teman saya punya waktu luang, insya Allah akan mengunjunginya.

2. Takengon
Ini merupakan tempat kedua yang ingin saya kunjungi, apalagi sekarang perjalanan dari lhokseumawe ke takengon cuma butuh 1,5 jam. Tempat-tempat yang ingin saya kunjungi adalah danau laut tawar, putri pukes dll

3. Banda Aceh dan Seputarannya
Saya sangat jarang pergi ke ibukota provinsi Aceh ini, kalaupun ada kemarin hari hanya cuma sebentar saja. Banyak  tempat-tempat wisata yang ingin saya kunjungi di banda Aceh, diantaranya museum tsunami, taman putroe phang dll.

4. Sabang
Abang merupakan salah satu kota yang saya ingin kunjungi, banyak tempat-tempat wisata Abang yang memukai seperti pantai iboeh, pantai sumur tiga dll

Itulah beberapa tempat yang ingin saya kunjungi.

Tertinggal Shalat Jamaah

Iqamah pun sudah dikumandangkan, saya bergegas menuju ke mesjid. Dalam perjalanan menuju ke mesjid, tiba-tiba saya melihat selembar Alquran yang terletak di atas tanah, saya mengambilnya, saya bingung mau di bawa kemana nih lembaran Alquran. Akhirnya saya kembali ke bilik untuk meletakkan lembaran Al-Quran itu biar aman.
Saya kembali bergegas kembali menuju ke mesjid, sudah sampai setengah perjalanan ada yang memanggil “Tgk.. Pan” saya pun menoleh, ternyata Tgk Sayed, saya pun mampir di kamarnya, ternyata ia ingin memberikan oleh-oleh berupa air zamzam dan sebuah tasbih. Ia baru saja pulang berumrah ke tanah suci. Saya mengucapkan terima kasih, saya merasa bingung mau di bawa ke mana ini, di bawa ke mesjid saja? Ah.. saya kembali ke kamar untuk menyimpan air zamzam dan tasbih.
“pue ka meu puta-puta” ujar Tgk iqbal teman sekamar saya saat membuka membuka pintu kamar. Saya meletakkan air zamzam dan kembali bergegas ke mesjid.
Setibanya di tempat wudhu, saya mendengar suara tahlil di mesjid yang berarti menandakan shalat jamaah sudah usai.
Saya tertinggal jamaah asar, saya rela walaupun hati kecilku mengatakan tidak, toh demi mengamankan selembar Alquran yang saya lihat tergeletak di atas tanah. Saya tak tega membiarkannya begitu saja, bukankah Al-quran itu harus dimuliakan.
Lagi pula tertinggal jamaah asar salah saya sendiri, saat azan berkumandang saya masih santai-santai saja. Kenapa tidak saya bergegas sejak itu? Kenapa harus ketika iqamah baru terburu-buru? Setidaknya menjadi pelajaran bagi saya, kalau memang ingin mendapatkan jamaah harus bersiap-siap dari awal.
Tertinggalnya jamaah merupakan sebuah musibah menurut ulama-ulama terdahulu. Kita saja yang terlalu mengenteng-entengkannya.
Ohhh.. Ya dalam seminggu ini saya sudah dua kali mendapatkan oleh-oleh air zamzam, kemarinnya dari murid saya..

Menanti Hujan

Sudah dua malam saya berdoa meminta turunnya hujan, namun hingga sekarang hujan belum juga turun. Saya sudah lupa entah kapan hujan terakhir kalinya turun. Rerumputan sudah menguning dan kering menanti tibanya ajal.

Kenapa saya meminta hujan? Agar pengajian libur? Tidakk… hujan setidaknya mengademkan kamar saya yang beberapa malam ini rasanya cukup panas.

Tadi sore langit begitu mendung, apakah malam ini akan turun juga? Saya pesimis, malam-malam kemarin cuacanya juga mendung.

Allahummas qina ghaisan.

Adab dan Doa saat Meminum Air Zamzam

Hari kamis kemarin, salah satu murid saya namanya Sevana Harsha minta izin pulang, alasannya karena maknya baru pulang dari umrah. Saya memberi izin cuma satu hari, malam sabtu harus mengikuti pengajian lagi. Tapi nyatanya ia baru balik malam minggu.

Ohh…. ya, saya tadi dibawa oleh-oleh berupa air zamzam, dan beberapa butir kurma. Dan saya tak langsung meminumnya, dan meminumnya seusai mengajar. Koq? Karena saya tak ingat bagaimana adab dan doa saat meminumnya.

Seusai mengajar saya langsung membuka kitab untuk mencari doa dan adabnya, saya mencari di kitab bajuri namun saya tak menemukannya, akhirnya saya membuka notebook saya dan mencarinya di maktabah syamilah dan akhirnya saya menemukannya dalam kitab Ianah Thalibin.

Lalu apa saja doa saat meminum air zamzam?
1. Menghadap kiblat
2. Berdoa
Ibnu Abbas ketika meminum air zamzam berdoa dengan doa ini:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمً نَافِعًا وَرِزْقًاوَاسِعًا وَشِفَآءً مِنْ كُلِّ دَآء
Bisa juga kita berdoa dengan doa-doa yang lain sesuai dengan apa yang kita inginkan, baik yang dunia atau bukan.
3. Membaca basmalah
4. Minum dalam 3 teguk.

Lalu doa apa yang saya panjatkan saat meminum air zamzam tadi? Yang pertama saya berdoa seperti berdoa dengan Ibnu Abbas dan yang kedua yang berdoa ingin menjadi seorang penulis ;). Bukan hanya berusaha saja yang diperlukan, berdoa itu juga penting..

Amiinn. ..

image

Kurma, permen coklat, duanya lagi saya tak tau apa itu

image

Air zamzam

Orang Yang Bersyukur dan Sabar

Beberapa waktu yang lalu saya mengajar kitab Nasaihul I’bad, tentunya ada hal yang menarik yang ingin saya berbagi dengan Anda.
Kitab Nasaihul ibad merupakan kitab tasawwuf yang membahas masalah persiapan menghadapi menghadapi hari kembali (hari kiamat).
Pada kali ini saya memperoleh nasehat yang begitu mengena dalam hati saya, apa itu? hadis berikut di bawah ini

“Ada dua perkara barangsiapa yang ada padanya dua perkara tersebut, Allah akan mencatatnya sebagai orang yang syukur dan sabar. Dan barangsiapa yang padanya tidak ada dua perkara tersebut, maka tidak ada dicatat sebagai orang yang syukur dan sabar, yaitu
1. Orang yang dalam perkara agama selalu memandang orang lain yang lebih di atasnya, lalu ia mencotohkannya, dan dalam perkara dunia selalu memandang orang lain lain yang lebih rendah dari dirinya, lalu ia memuji Allah tentang keutamaan yang Allah berikan padanya. Orang inilah yang Allah mencatatnya sebagai Orang yang berdyukur dan sabar.

2. Orang yang dalam perkara agamanya selalu memandang orang lain yang lebih rendah dari padanya dan dalam urusan dunia selalu memandang orang lain yang lebih tinggi dari padanya, lalu ia merasa menyesal atas apa yang tidak diperoleh itu, karena itu ia tidak dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan bersabar. (HR. Tamizi)

Banyak orang yang tak puas dengan apa yang ia miliki bahkan bukan hanya sebatas itu saja, ia juga membanding-bandingkan dengan orang lain yang lebih mampu darinya. Akhirnya membuat ia stress.

Solusinya? Yach seperti yang tersebut dalam hadis di atas, dalam hal duania kita harus memandang kepada orang yang lebih rendah dari kita. Tak perlu bersedih hanya gara-gara tak mempunyai hape mewah, baju yang bagus karena ada orang lain yang lebih menderita dari kita, mereka bahkan tak tahu apa yang mereka makan, mereka tidur di emperan-emperan toko.
Dalam hal ukhrawi, kita harus memandang kepada orang yang lebih dari kita, agar semangat ibadah kita melecut.

Dalam kitab Taisirul Khallaq, Hafidh Hasan Mas’udy mengutip sebuah hadis, yang bahwa Rasulullah pernah berkata:

Kebahagian bagi orang yang mendapatkan petunjuk bagi islam, dan hidupnya mencukupi dan ia rela (qanaah) dengan kehidupan mencukupinya”

Sumber Kebahagian
Kebahagian bukan tergantung pada sebanyak mana kita memiliki harta, tapi kebahagian itu terletak dari sikap menerima dengan rela apa yang kita miliki (qana’ah).
Tanpa rasa qanaah kita hanya akan diperbudak oleh harta.

Menyelisik Makna di balik Pelarangan Hape bagi Santri

Weew… Judulnya sudah kayak kereta api saja. Saya pun bingung mau kasih judul apa, yahh.. itu yang terlintas dalam pikiran saya.

Pesantren merupakan sentral pendidikan, tak heran banyak peraturan di dalamnya agar pendidikan berjalan semestinya.

Santri tak boleh memakai hape, peraturan yang sudah sangat lumrah di banyak pesantren.

Denda membawa hape ke dayah tergolong berat, ada yang dendanya hape dihancurkan, ada yang dipanggil orangtua untuk mengambilnya dan membuat perjanjian untuk tidak berulang lagi.

Lantas apakah alasan yang menyebabkan hape dilarang di pesantren-pesantren? Setidaknya mempunyai beberapa alasan;

1. Agar Santri Fokus Pada Belajar
Dengan adanya hape akan banyak waktu santri yang terbuang, membuka facebook, instagram, sms-an hingga santri tak sempat belajar,  ia akan sibuk dengan medsos. Untuk menghindari terjadinya hal seperti dibuatlah aturan tidak boleh membawa hape.

2. Pemborosan
Hape merupakan sumber pemborosan duit. Coba bayangkan memiliki hape untuk masa sekarang, sangat banyak menghabiskan duit. Beli paket internet, ngisi pulsa.
Padahal santri biaya hidupnya masih ditanggung oleh orangtua.

3. Jiwanya Yang Masih Labil
Santri merupakan remaja yang perlu dididik dan ditanam nilai keislaman dalam dadanya.
Pengaruh buruk dari hape hal yang tak bisa dipungkiri. Terjatuh dalam dunia pornografi merupakan sebuah ancaman yang nyata.
Untuk membentengi dari hal itulah dilaranglah santri memakai santri.

Dan di setiap pesantren selalu ada disediakan telpon umum yang bisa dipergunakan oleh santri bila ada keperluan.

Lalu guru? Karena kebutuhan yang mendesak, kebanyakan pesantren membolehkan guru untuk memakai hape, sebut contohnya saja bila Ada seorang guru yang berhalangan mengajar dan butuh guru pengganti bayangkan saja bila tidak ada hape harus muter-muter satu pesantren, capek deh.

Namun demikian sang guru harus bisa kontrol diri dalam memakai smartphone, jangan sampai waktunya habis untuk smartphone.

Guru yang tidak bisa mengontrol pemakaian hape mempunyai efek negatif yang sangat beragam:

1. Menunda-nunda shalat
Ini sangat banyak saya jumpai, saking asyik masyuk menatap layar hape tak lagi ingat bahwa melaksanakan shalat di awal waktu mempunyai fadhilah. Biasanya penunda-nundaan salat alasannya “ah…sedikit lagi lah, nanggung” kalau yang lagi nonton film. Kapan salat dilaksanakan? Ntar ketika penghujung waktu..
Ini sikap guru yang sangat tidak baik, seharusnya guru itu menjadi teladan bagi murid.

2. Begadang
Kalau begadangnya untuk belajar saya tidak protes, tapi ini begadangnya untuk menontot film atau internetan yang gak jelas.
Mereka baru tidur menjelang masuk masuknya waktu subuh. Shalat subuh? Ya…tidak shalat lah. Nauzubillah..
Ingatlah ulama-ulama terdahulu mereka begadang untuk ibadah, membaca dan menulis karya-karyanya. Lalu kita?

3. Berkurangnya waktu belajar
Dengan banyaknya waktu dipergunakan untuk smartphone otomatislah waktu yang digunakan untuk belajar dan membaca cukup berkurang. Efeknya, kualitas guru yang rendah dan pengetahuan guru yang tak berkembang akibat tidak punya waktu membaca dan belajar.

Menjadi seorang guru bukanlah kita bisa sebebas-bebasnya dengan gadget kita, kita harus diri dalam memakai gadget.

Menurut saya untuk mengatasi kita larut dalam smartphone kita harus membatasi penggunaan smartphone pada diri kita, misalnya “saya menggunakan smartphone dalam sehari dua jam”, selebihnya ucapkan STOP.. Janganlah hape pintar menenggelamkan kita guru dalam jurang kebodohon.

Cara Memotong Kuku

Salah satu hal yang disunatkan pada hari jum’at adalah memotong kuku.
Lalu bagaimanakah cara memotong kuku yang disunatkan?

Menurut pendapat yang kuat cara memotong kuku adalah sebagai berikut:

1. Tangan
Memotong kuku jemari tangan disunatkan memulai dari tangan kanan di mulai dari jari telunjuk, kemudian jari tengah, jari manis dan kelingking dan yang terakhir ibu jari. Setelah itu tangan kiri dimulai dari jari kelingking secara berturut-turut hingga ibu jari.

2. Kaki
Dimulai dari kelingking kaki kanan secara berturut-turut hingga kelingking kaki kiri.

Kira-kira begini ilustrasinya
image

Oohh…ya sesudah memotong kuku disunnahkan untuk mencuci kuku segera.

Walaupun sunnah ini mudah untuk dilakukan, namun banyak diantara mengabaikannya dan tak pernah mempraktekkannya, termasuk saya sendiri. Mulai dari sekarang saya ingin selalu mempraktekkannya.

Mantai ke Lancok Bayu

Hari ini begitu melelahkan bagi kami berempat (saya, Rais, Alfaqi, Marzuki). Pagi tadi pukul 9.15 pagi kami melangkahkan kaki (yah…pakek mobillah) sejauh 85 km, menuju ke pedalaman Aceh Timur menghadiri pesta salah teman kami Tgk Azmi, tepatnya di desa Teupin Mamplam Sp. Ulim.

Kami tiba di tempat pesta pukul 11.30, setelah menyantap hidangan dan berbaur dengan para undangan lainnya kami pada pukul 12. 30 mohon pamit  meluncur pulang ke tempat kami semula.

Dalam perjalanan pulang kami mampir di rumah Tgk. Marzuki beristirat sejenak dan karena teman kami Tgk Marzuki ada sedikit keperluan.

Setelah itu kami melanjutkan pulang dan kami mampir sejenak di mesjid Alue Muden untuk melaksanakan salat zuhur.

Dan kami pun sepakat untuk mampir di tempat wisata lancok.

Setibanya di bayu kami berbelok ke kanan melanjutkan perjalanan kami ke lancok. Walaupun panas yang begitu menyengat tetap tak menyurutkan niat kami mantai ke lancok.

Lancok merupakan tempat wisata pantai eksotik di Aceh Utara.

Kami tiba di lancok pukul 2.30 siang, dengan sigap saya mengabadikannya dengan kamera hape saya

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Lalu ngapain saja kami di lancok dengan siang hari yang begitu menyengat?  Yahh. . Santailah di rumah-rumah panggung yang didirikan berjejeran di pinggir laut sambil berhayal seandainya kami adalah para kru mugiwara yang menjelajah lautan dan tidak pernah takut dengan laut.
Oohh. .ya. .rumah panggung ini didirikan langsung dalam air di tepi pantai, saran saya kalau berselfie rias dirumahkan panggung ini jangan lupa untuk hati-hati hapenya kecebur laut.

Harga makanan?
Menurut saya harganya sangat rasional, kami berempat memesan 2 cappucino blend, 2 Milo blend, mie biasa satu porsi dan kentang goreng satu porsi. Cappucino blend dan Milo blend harganya cuma Rp 7000 sedangkan mie biasanya harganya juga Rp 7000, untuk kentang goreng harganya Rp 13000. Untuk kentang goreng rasanya agak sedikit mahal karena kalau di Kr. Geukuh harganya cuma 10000 dengan porsinya lebih banyak.

Biaya masuk?
Untuk biaya masuk dan uang parkir tidak ada, awalnya saya berpikir pasti ada uang masuk atau uang parkir, ternyata kedua-keduanya juga tidak ada.

Kekurangannya?
Menurut saya ada beberapa  kekurangan yang harusnya segera diperpaiki agar tempat wisata lebih ramai pengunjung
1. Kotor
Tempatnya agak sedikit kotor, sepertinya penjual-penjualnya kurang memperhatikan kebersihan. Saya melihat bekas tempurung kelapa muda  dan kantong plastik berserakan yang mengurangi keindahan pantai. Dan bukan hanya di lancok saja, hampir banyak pantai saya kunjungi seperti itu mulai dari pulau seumadu, ujong blang, ulee rubek. Entah kenapa penjual-penjual di pinggir pantai tidak mau memikirkan kebersihan pantai, padahal mereka lah yang mengeruk keuntungan.

image

image

2. Pelayanan Yang lambat
Pada tempat kami singgahi pelayanan masih lambat.  Kami memesan dua Cappucino Blend,  dua Milo Blend,  satu mie biasa dan satu kentang goreng. Pertama kali datang pesanan dua cappucino blend selang beberapa menit kemudian datang mie biasa pesanan saya kemudian datang dua Milo blend terakhir baru datang kentang goreng. Padahal tadi kami sudah menunggu agak sedikit lama.

Pukul 4.00 sore kami memutuskan untuk pulang ke tempat asal kami, Kr Geukuh. Saya merasakan badan begitu pegal-pegal.