Berhenti Melihat Story WA

Beberapa bulan belakangan ini saya sudah mulai jarang melihat story WA orang lain.?  Awalnya terasa aneh begitu, tapi lama kelamaan saya terbiasa juga.

Cara termudah menahan godaan melihat story WA orang lain bahwa saya menganggap diri saya tak perlu mengetahui kehidupan yang dijalani oleh orang lain, saya tidak perlu mengetahui di mana orang lain berada saat ini dan apa perasaan orang lain.

Tidak ada manfaat yang saya peroleh dari mengetahui kehidupan orang lain.

Lagi, Hipertropi Konka

Tanggal 25 Oktober 2022, saya mengunjungi puskesmas dengan tujuan mengambil rujukan.
ibu dokter di puskesmas bertanya “Sakit apa?”
“hidup saya tersumbat”

Ibu dokter mengambil alat untuk memeriksa hidung dan menyenter ke hidung saya
“Oh, ini hipertropi konka” jelasnya.

“Rujuk ke kesrem buk ya” kata saya
“Ini rujukannya saya buat ke Kesrem, tapi saya tidak tahu apakah bisa di sistem onlinenya”

Keluar dari ruang dokter saya ke ruang surat rujukan.
“THT Kesrem hari ini tidak ada pak, yang ada di rumah sakit lain”.

Semenjak rujukan dengan sistem online, kita tidak bisa dengan sesukanya mau merujuk ke mana. Semua harus mengikuti sistem online, kalau di sistem online tidak terbuka, maka kita tidak bisa merujuk ke rumah sakit tersebut.

“THT Kesrem cuma terbuka hari senin” kata ibu petugas

Akhirnya saya mendapat surat rujukan dengan rencana kunjungan tanggal 31 oktober.

Apakah teman facebook benar-benar teman kita?

Teman di Facebook ada 2 macam; Pertama, teman di dunia dunia nyata. Kedua, Teman yang kita kenal di facebook.
Lalu apakah dengan semakin bertambahnya teman di facebook berdampak bertambahnya teman di dunia nyata?.


Sayangnya, tidak. Orang yang kita kenal di facebook tetap menjadi teman di dunia facebook. Buktinya, ketika bertemu di dunia nyata, kita tidak saling bertegur sapa. Kita hanya membatin, “itu orang yang saya kenal di facebook.”


Setidaknya itulah yang saya rasakan selama ini. Ketika bertemu dengan orang yang saya kenal di dunia Facebook, tidak otomatis membuat kita merasa akrab karena sudah berteman di dunia Facebook, bahkan seperti yang sudah saya katakan, untuk bertegur sapa saja enggan.


Kalau demikian, kenapa kita rela menghabiskan waktu untuk melihat foto-foto, status orang yang tidak kenal, apa faedah yang kita dapatkan dari mengetahui kehidupan orang yang tidak kita kenal?
Ini menjadi salah satu alasan penguat bagi saya untuk meninggalkan Facebook.

Menghapus Aplikasi Media Sosial

Saya memutuskan menghapus semua aplikasi media sosial dari hape saya. Hal ini saya lakukan setelah menonton video-video dan membaca artikel tentang bahayanya kecanduan media sosial. Dan saya merasakan diri saya sudah kecanduan media sosial. Kebimbingan saya menghapus atau tidak aplikasi media sosial sebenarnya sudah cukup lama. Saya takut dengan menghapus aplikasi media sosial saya ketinggalan info-info penting, tetapi mengingat efek yang cukup buruk yang saya terima saya akhirnya memutuskan untuk menghapusnya.

Sebenarnya beberapa waktu lalu saya sudah mencoba tips-tips mengurangi pemakaian media sosial, mulai dari menyembunyikan aplikasi dari layar depan, memasang sandi tetapi semuanya tidak berhasil. Saya kembali ke kebiasaan lama menghabiskan waktu berjam-jam dengan media sosial.

Setelah menonton beberapa video Call Newport saya memantapkan diri untuk menghapus aplikasi media sosial.

Dan ini merupakan hari ke-2 saya tidak memakai aplikasi media sosial di hape saya. Hal yang saya rasakan yaitu saya kehilangan apa yang sering saya lakukan waktu luang yaitu scrolling media sosial, sehingga saya tidak tahu harus melakukan apa, akhirnya saya membaca di blog dan membaca buku di aplikasi digital.

Biasanya saya menuangkan ide-ide saya di instagram, kali ini saya terpaksa menulis kembali di blog saya.
Meninggalkan media sosial ternyata tidak semudah dibayangkan, penuh perjuangan. Saya salut dengan mereka yang berhasil tidak menggunakan media sosial selama setahun bahkan selama-lamanya.

Targetnya saya tidak menggunakan media sosial selama 30 hari, setelah itu saya akan mempertimbangkannya lagi, apakah saya akan kembali menggunakan media sosial atau tidak.

Bangkit Dari Mati Suri

Entah berapa tahun sudah terbengkalai blog ini. Selama ini saya tidak pernah menulis satu tulisan pun. Blog ini benar-benar sudah mati.

Tahun ini saya bertekad untuk menghidupkan kembali blog ini. Saya ingin mengisi kembali blog ini dengan tulisan-tulisan. Walaupun saya harus merangkak kembali dan belajar dari nol.

Sebenarnya ada beberapa orang yang menyarankan saya untuk aktif di blog, tapi saya mengabaikannya. Saya tidak tertarik.

Kali ini entah kenapa saya ingin menghidupkan kembali. Entah dari mana semangat ini berasal, dan apakah akan bertahan secara konsisten hingga akhir tahun.

Sebenarnya kegiatan blog yang saya rencanakan tidak akan begitu optimal, saya ngeblog melalui hape. Jadi tulisannya di begitu panjang, tapi tidak mengapa

Qunut Nazilah, Jahar Atau Sirr?

Pertanyaan:
Apakah qunut nazilah dibaca sirr atau jahar?

Jawaban:
Untuk imam, disunnah menjaharkan qunut, baik pada shalat jahar, atau shalat sirr. Dan qunut tersebut mencakup do’a atau pujian. Dan Qunut tersebut untuk nazilah atau selainnya

Referensi : Kanzul Gharibin Dan Hasyiah Qulyubi halaman 158 cet Toha Putra

والصحيح أن الامام يجهر به
(قوله وأن الامام يجهر به) في الجهرية والسرية….. وشمل القنوت الدعاء والثناء وللنازلة وغيرها وهو كذلك

Menjaga Semangat Agar Tetap Menyala 

Bagi blogger pemula yang dibutuhkan adalah terus berlatih menulis setiap harinya sehingga lambat laun kualitas tulisannya meningkat. Itulah intisari dari tips dari blogger-blogger senior. 

Hal ini sangat mudah diucapkan, tapi prakteknya itu sulit. Mungkin dalam sehari dua hari atau seminggu semangatnya menggebu-gebu tapi apakah semangat itu akan terjaga hingga berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun. 

Saya merasakan kemalasan dalam diri saya tidak pernah menghilang. Ia muncul kapan saja. 

Tapi rutinya menulis hingga bertahun-tahun itu bukanlah hal yang mustahil. Bagi mereka yang sudah menulis sepanjang tahun mungkin ini hal yang sepele. Tapi bagi kami pemula keluar dari zona ini adalah hal yang berat.

Dulunya saya adalah orang yang sangat malas berolahraga, walaupun cukup banyak orang yang menyarankan saya berolahraga. Ramadhan tahun lalu menjadi tonggak perubahan besar dalam hidup saya. Seusai ramadhan tahun lalu saya mulai berolahraga dan kegiatan olahraga saya tidak pernah mengalami hiatus. Saya berolahraga setiap harinya kecuali pada hari-hari rest saja. Saya sudah berolahraga setahun penuh. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa kan? 

Kenapa saya begitu rajin berolahraga? Karena saya merasakan manfaat dari olahraga itu. Bagi saya olahraga bukanlah beban hidup tapi merupakan sebuah kesenangan hidup. 

Dalam ihwal menulis juga sama halnya. Hal pertama yang menggerakkan kita agar rajin menulis kita haruslah meyakini menulis setiap harinya punya manfaat yang hebat. Dan kegiatan menulis haruslah dijadikan sebagai kesenangan hidup, bukannya beban hidup. 

Sumber Gambar

Tentang Celana 

Judul tulisannya aneh banget. Sebenarnya dari tadi bengong mau nulis apa, tiba-tiba terbersit di pikiran saya untuk menuliskan kegalauan saya tentang celana (halah). 

Seperti yang Anda lihat, di atas adalah gambar saya dan celana yang saya pakai adalah celana milik saya. 

Ya. 

Saya berhasil dalam menjalani diet dan berhasil keluar dari zona obesitas setelah perjalanan yang sangat panjang. 

Saya bertekad menjalani diet mulai  ramadhan yang lalu. Berarti sudah setahun saya menjalaninya. Dan saya merasakan perubahan yang begitu drastis. Dulunya saya sama sekali tidak suka olahraga, sekarang malah tergila-gila dengan olahraga. 

29 syakban tahun lalu berat badan mencapai 96 kg. Luar biasakan hampir mencapai 100 kg. Dan sekarang berat badan saya 68.9 kg. Dulunya lingkar pinggang saya melebihi 100 cm dan sekarang menyusut tinggal 80 cm. 

Efeknya, baju dan celana yang dulunya tidak muat sekarang jadi muat kembali, dan ini merupakan hal yang sangat membahagiakan. Dan efek lainnya, baju yang dulunya muat sekarang longgar. 

Beberapa celana dan baju milik saya tidak bisa saya pakai lagi karena terlalu longgar. 

Alhasil, saya harus mengeluarkan uang untuk membeli celana dan baju.. 

Obrolan Pemangkas Rambut 

11.41 PM

Kam, 8 Jun 2017

Mata sudah cukup ngantuk tapi maksa juga menulis ini. 

Di tempat saya habis magrib turun hujan. Baru reda sekitar pukul 8. 00 Wib. Jadi malam ini shalat tarawihnya di rumah. 

Tadi siang saya pergi ke tempat pangkas rambut, rambut saya sedikit memanjang dan saya merasa tidak nyaman dengan rambut panjang. 

“Rambutnya belum beruban ya? Umurnya sudah berapa? Sudah tiga puluh?” tanya pemangkas. Saya tersenyum mendengar pertanyaan pemangkas ini. “Belum” jawab saya. “Dua Puluh Delapan?” tebak pemangkas. “Bukan, Baru 25 tahun” sahut saya. “Oww.. Pantas saja belum beruban” timpal pemangkas tersebut. 

 Emangnya muka saya mirip orang berumur 30 tahun ya? 😱

Obat Mamak

Kam, 8 Jun 2017
Tadi pagi pergi ke puskesmas ngambil obat mak. Dalam kunjungan sebelumnya dokter mengatakan mungkin tanggal 5 obatnya sudah ada. 

Obatnya diberikan per bulan dengan ketentuan harus ikut senam setiap pagi jum’at. 

Selama bulan ramadan senamnya libur. Sebenarnya sih tidak, kata mak saya karena permintaan peserta senam makanya diliburkan. 

Obat-obat yang diberikan:

1. Glimepiride 3 mg

(obat untuk diabetes) 

2. Amlodipine Besylate

(obat untuk darah tinggi) 

3. Acetylsalicylic acid 80 mg

(ini obat apa ya? Saya kurang tau. Cari saji di google)